Kenapa orang indonesia terlalu banyak bicara
Ditulis oleh nuryadi27 di/pada Agustus 24, 2009
Indonesia dengan jumlah penduduk yang sangat besar sekitar kurang lebih 200 jt menurut BPS ternyata tidak lebih maju dari negara singapura yang berpenduduk hanya 1/sekian dari jumlah penduduk indonesia.
jumlah sdm indonesia ini seharusnya menjadi nilai lebih karena dengan sumber daya manusia ang banyak seharusnya kita bisa memiliki banyak tenaga untuk membangun, khan klo yang ngangkat beban orang sedikit pasti lebih berat dari pada orang yang ngangat beban orangnya bnyak pasti jadi lebih ringan.
nah dengan memperhatikan hal diatas seharusnya bangsa kita sudah jauh lebih maju karena beban dan masalah yang ada seharusnya bisa lebih cepat terselesaikan. tapi kenyataannya bagaimana? bukannyan semakin maju tapi negara ini justru terpuruk dan masalh SDM yang melimpah ini bukan menjadi anugrah tetapi menjadi bencana, karena pengangguran yang begitu besar tingkat kesejahteraan yang sangat tinggi dan juga masalah-masalh lain yang timnul karena besarnya sdm kita.
apa yang sebenarnya yang salah apa kah pengelolaan sdm ato ada sesuatu yang membuat bangsa ini menjadi semakin terpuruk??
menurut kaca mata pribadi saya secara subyektif dan komprehensif, bahwa orang-orang yang ada di bangsa ini dipenuhi oleh orang yang lebih suka berbicara ketimbang bekerja. segala macam dikomentari tanpa melihat kompetensi diri dari permasalahan yang dikomentari. bangsa ini lebih pintar menjadi komentator ketimban pelaku yang dikomentari. kita lihat saja berapa banyak orang yang nongkorng diwarung hingga lupa waktu??
apa lagi kita lihat di tv begitu banyak komentator yang berbicara dari pengamat ini pengamat itu yang semuanya seperti orang terpintar didunia, tapi nyatanya negri kita ini tetap tak bisa keluar dari permasalahannya.
apakah karena kita ini terlalu banyak bicara ato apa yah mungkin kita sedkit berkaca pada diri kita masing-masing.
yah ini hanya sedikit ungkapan hati yang sedih melihat bangsa ini tak bisa keluar dari keterpurukannya.
semoga kita lebih banyak berbuat tanpa harus banyak bicara. klo kata salah satu iklan produsen rokok “talk less do more”









